Tari Zapin, salah satu khazanah seni tradisional Indonesia, merupakan tarian yang berakar dari kebudayaan Melayu, khususnya dari Riau. Tarian ini tidak hanya sekadar gerakan indah, tetapi juga merupakan perpaduan harmonis antara seni, sastra, dan nilai-nilai religius.
Asal-Usul dan Makna Filosofis
Tari Zapin berasal dari kata “Zafn” yang dalam bahasa Arab berarti “gerak kaki”. Tarian ini dibawa oleh para pedagang dan penyebar agama Islam dari Hadramaut, Yaman, pada sekitar abad ke-16, yang kemudian berakulturasi sempurna dengan budaya lokal Melayu Riau. Awalnya, Zapin hanya ditampilkan dalam lingkungan istana dan acara keagamaan, sebagai media dakwah dan penyampaian pesan moral.
Ciri khas Tari Zapin terletak pada gerakannya yang dinamis, tertib, dan penuh ketukan, mengikuti irama musik yang dimainkan oleh alat musik tradisional seperti marwas (gendang kecil), gambus, dan biola. Setiap gerakan memiliki makna, seperti langkah yang menggambarkan kehidupan manusia yang penuh liku, namun harus tetap harmonis dan selaras dengan sesama dan alam.
Ada dua jenis utama Zapin di Riau: Zapin Melayu (lebih pada hiburan) dan Zapin Tenglu (lebih pada ritual). Setiap gerakannya terbagi dalam tiga bagian: Tahto (pembukaan), Zapin (isi), dan Tahtim (penutup), yang keseluruhannya menceritakan tentang siklus kehidupan manusia.
Pengalaman RBN Puspo Budoyo Membawakan Tari Zapin
Sangat tidak asing bagi RBN Puspo Budoyo dalam melestarikan Budaya Khususnya menari, sehinga RBN Puspo Budoyo berkesempatan membawakan Tarian Zapin dalam acara “Taste of Borneo – Cultural Festival” di Kota Miri, Sarawak, Malaysia.
ini semua membuktikan bahwa seni tradisional bukanlah sesuatu yang ketinggalan zaman, melainkan bisa menjadi bukti daya tarik global. Melalui langkah-langkah penari Zapin yang tegas dan anggun, kita diajak untuk terus melestarikan, menghargai, dan membawa warisan leluhur ini ke masa depan yang lebih gemilang. Zapin bukan hanya tarian, ia adalah jiwa Melayu yang menari.
Dalam melestarikan budaya RBN Puspo Budoyo juga memberikan wadah bagi para seniman untuk terus selalu berkarya mewariskan budaya ke generasi berikutnya. Tidak hanya Tari Zapin diajarkan tetapi ada juga tari saman, tari pendet, tari cikaputrian dan masih banyak lagi. semua kegiatan belajar dilakukan di Sangar RBN Puspo Budoyo yang ada di daerah Tanggerang Selatan


