Bagi Sanggar Puspo Budoyo, tampil di Miri Malaysia bukan sekadar pertunjukan biasa. “Ini adalah kebanggaan sekaligus tanggung jawab besar. Kami tidak hanya menampilkan gerakan, tetapi juga membawa pesan damai, persaudaraan, dan identitas budaya Melayu yang anggun,” ujar pimpinan sanggar. Persiapan dilakukan dengan sangat matang, mulai dari pemilihan repertoar, penyempurnaan gerakan, hingga pemilihan kostum tradisional yang autentik, seperti baju kurung dan kain songket Riau.
Saat tampil, mereka membawakan Tari Zapin . Tepuk tangan penonton dari berbagai sudut memenuhi ruangan saat para penari bergerak lincah dan kompak, diiringi alunan gambus dan marwas yang ritmis. Banyak penonton yang terpukau dengan kerumitan pola lantai dan kedisiplinan gerakan para penari. Melihat langsung Tari Zapin dari Riau sangat mengharukan. Ini adalah warisan budaya yang sangat hidup dan elegan.
Keikutsertaan Sanggar Puspo Budoyo dalam festival ini juga menjadi jembatan diplomasi budaya. Mereka tidak hanya tampil, tetapi juga berinteraksi dengan seniman dari Malaysia, Brunei, dan Indonesia lainnya, saling bertukar pengetahuan tentang tarian Zapin dan budaya lainnya.


